Demikianlah Hidup Mengajariku (Untaian Mutiara Hikmah DR. Musthafa As-Siba’i)

  • Jika  melihat kehidupan dengan mata optimisme, maka akan engkau dapati keindahan di setiap sudutnya. Bahkan termasuk di dalam keburukan sekalipun (engkau tetap bisa menemukan keindahan disana!)
  • Jika Dia membuatmu sakit, dan karenanya engkau jadi lebih mengingat-Nya, maka sungguh berarti Dia telah menyehatkanmu. Dan bila Dia membuatmu sehat, namun karenanya engkau justru berpaling dari-Nya, maka hakekatnya Dia telah men-sakit-kanmu!
  • Saat tawakkal berkata: aku akan berangkat untuk bekerja, maka kesuksesanpun langsung menimpali: dan aku akan selalu bersamamu. Sedang ketika kemalasan berujar: aku akan duduk untuk bersantai, maka kemalanganpun (kegagalanpun) serta merta menyahut: dan aku selalu setia menyertaimu!
  • Rahasia kesuksesan dalam hidup adalah saat engkau bisa mnghadapi/menyikapi ujian-ujiannya seperti cara burung bertahan di dalam pusaran badai
  • Hidup akan panjang jika diisi dengan hal-hal besar, dan (sebaliknya) menjadi pendek sekali bila dipenuhi dengan masalah-masalah remeh temeh
  • Dunia ini bak si jelita. Jika engkau mengejarnya, ia justru enggan. Akan tetapi saat engkau enggan terhadapnya, ia malah (berbalik) mengejarmu
  • Dunia ini: awalnya tangis (dan tawa), tengahnya lara, akhirnya fana, dan setelahnya: nikmat abadi atau adzab pedih tak henti
  • Jika orang-orang baik tidak tahu tentang cara/manajemen kerja, maka Allah akan membiarkan orang-orang jahat memimpin/menguasai mereka
  • Kondisi sakit adalah sebuah “sekolah” penempaan diri. Dimana jika pasien mampu memanfaatkannya denga sebaik-baiknya, niscaya akan menjadi nikmat bukan “laknat”
  • Posisikanlah dirimu dalam hidup ini sebagaimana hidup sendiri telah “menempatkanmu”, seraya tak henti berupaya terus meningkat dan meningkat
  • Jika ingin tahu derajatmu disisi-Nya, maka lihatlah dimana Dia menempatkanmu, dan dalam hal apa Dia memberdayakanmu
  • Terbanglah menuju Allah dengan dua sayap: (sayap) kecintaan kepada-Nya dan (sayap) keyakinan akan rahmat dan janji-Nya.
  • Ilmu itu bukanlah apa yang telah engkau ketahui dari yang semula tidak engkau tahu. Melainkan manfaat apa yang telah engkau ambil dan dapatkan dengan mngetahuinya?
  • Akhlak baik bisa mentabiri banyak keburukan. Sedangkan moral buruk akan menutupi banyak kebaikan
  • Kebenaran itu memiliki “pasukan” yang senantiasa membela dan memperjuangkannya, termasuk diantaranya kebatilan itu sendiri
  • Istiqamah adalah jalan, dimana awalnya kemuliaan, tengahnya keselamatan, dan akhirnya Surga penuh kenikmatan
  • Takkan dusta orang yang yakin/percaya dengan dirinya. Dan takkan khianat orang yang bangga dengan kehormatannya
  • Derita merupakan jalan keabadian bagi para pemilik jiwa besar, tapi sebaliknya menjadi jalan “kebinasaan” bagi yang berjiwa kerdil
  • Siapa yang dicinta oleh orang-orang saleh diantara hamba-hamba Allah, akan bisa mencium aroma Surga
  • Demi mengetahui bahwa, engkau tak sepenuhnya untuk-Nya, maka Dia-pun ”memaksamu” butuh kepada-Nya, agar total dalam menghadap-Nya
  • Kotak yang berisikan intan berlian tidak bisa lagi memuat pasir. Demikian pula hati yang penuh dengan hikmah tidak akan menampung hal-hal remeh temeh
  • Si fakir itu ibarat timbangan Allah di muka bumi ini. Dimana dengannyalah bisa ditimbang kesalehan dan kerusakan masyarakat
  • Kebaikan bertanya kepada Tuhan-nya: Dimanakah tempatku? Maka Tuhan-pun menjawab: di dalam hati org-orang yang tunduk kepada-Ku dan mengenal-Ku.
  • Janganlah “mematok” cita-cita besarmu adalah untuk menjadi kaya, melainkan untuk tidak menjadi fakir. Karena diantara fakir dan kaya terletak posisi orang-orang qanaah
  • Pembeda antara bahagia dan sengsara bagi seorang suami adalah apakah istrinya menjadi pndukungnya terhadap musibah, ataukah justru menjadi pendukung musibah terhadapnya
  • Kesuksesan terhebat dalam hidup ini adalah jika engkau mampu menyatukan keinginan-keinginanmu dengan keinginan-keinginan istrimu
  • Janganlah pernah sekali-kali menghina seseorang serendah apapun statusnya. Karena boleh jadi perputaran zaman akan menempatkannya di posisi yang membuatnya diharap dan ditakuti
  • Qanaah dan tamak adalah kaya dan fakir. Mungkin saja seorang fakir hakekatnya justru lebih kaya darimu. Dan boleh jadi seorang kaya ternyata sebenarnya lebih fakir
  • Kemuliaan itu ibarat kuda jantan liar yang tidak akan tunduk kecuali di tangan orang-orang yang kuat memegangnya
  • Orang mukmin bukanlah yang tidak maksiat kepada Allah. Akan tetapi ia adalah orang yang jika jatuh maksiat akan segera sadar dan kembali kepada-NYA
  • Dengan kebenaranlah langit dan bumi dicipta, dan dengan cinta keduanya bisa tegak berdiri
  • Tanpa iman, hidup merupakan teka-teki misteri yang tak terpahami maknanya
  • Kasihan sekali! Orang yang tidak sadar akan pendeknya hidup kecuali baru di akhir hayat
  • Pembeda antara sifat/sikap pengecut dan pemberani terletak pada keteguhan hati sesaat
  • Amal dan optimisme adalah “sarana/alat transportasi” para musafir menuju Allah
  • Sebaik-baik balsam bagi luka-luka kehidupan adalah keimanan kepada taqdir.

Catatan: DR. Musthafa As-Siba’i (1915 – 3 Oktober 1964) adalah salah seorang ulama besar kontemporer dari Syria, alumni Al-Azhar Cairo Mesir. Salah satu karya fenomenal beliau adalah kitab: As-Sunnah wa makanatuha fit-tasyri’ (As-Sunnah dan kedudukannya di dalam penetapan hukum syariah). Sebagian untaian mutiara hikmah diatas, diambil dan disadur secara acak dari kitab beliau: Hakadza ‘allamatnil-hayah (Demikianlah Hidup Mengajariku).

Leave a comment

Filed under Hikmah dan Motivasi

Berbagi Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s